APA ITU CYBERBULLYING?
Cyberbullying (perundungan dunia maya) ialah salah satu bentuk perundungan dengan menggunakan teknologi digital yang biasanya dilakukan dengan sengaja oleh pelaku. Hal ini dapat terjadi di media sosial, melalui beragam platform seperti kirim pesan si ngkat, platform permainan daring, dan ponsel. Tindakan cyberbulling ini juga merupakan salah satu bentuk penyalah gunaan media sosial.
Perilaku cyberbullying baru dianggap valid apabila kedua palaku dan korban di bawah usia 18 tahun. Karena apabila salah satu atau keduanya berada di atas usia 18 tahun maka masuk dalam kategori kejahatan dunia maya, cyber harassment.
Kira kira, apasih tujuan pelaku cyberbullying?
Menurut Halodoc, cyberbullying dapat terjadi antara lain karena ;
1. Keinginan untuk memuaskan diri sendiri
Pelaku cyberbullying mungkin merasa bahwa tindakan tersebut memberi mereka perasaan superioritas.
2. Masalah pribadi atau emosi negatif
Sering kali orang yang melakukan cyberbullying memiliki masalah pribadi atau emosi negatif yang mereka luapkan kepada orang lain.
3. Pengaruh lingkungan
Mereka mungkin khawatir akan kehilangan persahabatan atau ingin mendapatkan penerimaan dari kelompok mereka.
4. Tidak mengetahui dampak cyberbullying
Mereka mungkin tidak memahami dampak emosional yang serius yang dapat dialami oleh korban cyberbullying.
DAMPAK CYBERBULLYING MENURUT PSIKOLOGIS
- Emosional
Setelah mengalami cyberbullying, korban cenderung akan merasa sedih, terhina, malu dan merasa kesepian.
- Kesehatan mental
Dampak jangka panjangnya adalah gangguan kiecemasann dan depresi. Kepercayaan diri korban akan menurun drastis.
- Perubahan perilaku dan kinerja
Tekanan mental akibat perilaku bullying dapat merubah perilaku korban, juga mengganggu konsentrasi korban sehingga menurunkan produktivitas kerja.
- Percobaan bunuh diri dan self harm
Jika dilakukan terus menerus, korban akan merespons perasaan depresi mereka dengan melukai diri sendiri hingga melakukan percobaan bunuh diri.
Ada beberapa bentuk utama cyberbullying, termasuk:
- Flaming adalah penggunaan bahasa yang merendahkan dalam media online.
- Harassment Mengirim pesan berulang kali yang berisi hinaan, ancaman, atau gangguan dianggap sebagai pelecehan.
- Outing membagikan foto, video, atau informasi pribadi dengan orang lain tanpa izin.
- Exclusion adalah tindakan mengecualikan atau melecehkan anggota grup online.
- Impersonation adalah praktik berpura-pura menjadi orang lain untuk berpura-pura menjadi orang lain atau untuk memberikan kesan buruk.
- Cyberstalking adalah tindakan memantau, melecehkan, atau mengirim ancaman serius secara terus-menerus.
KASUS CYBERBULLYING DI INDONESIA
Contoh kasusnya akhir akhir ini adalah cyberbullying terhadap mahasiswa universitas udayana, Timothy Anugerah Saputra. Mahasiswa tersebut ditemukan terkapar di halaman gedung FISIP setelah melompat dari lantai empat fakultas itu. Timothy kemudian dinyatakan meninggal setelah mendapat perawatan rumah sakit. Ironisnya, ketika kabar Timothy meninggal dunia tersebar di grup ,Whatsapp sebagian mahasiswa yang tergabung di himpunan mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). alih alih bersimpati, para mahasiswa di grup tersebut malah mengolok olok. Dikutip dari BBC News Indonesia, setelah kabar tersebut viral, para mahasiswa yang tergabung di himpunan mahasiswa dan BEM ini diberhentikan dari jabatannya. Sementara itu, enam mahasiswa yang berasal dari FISIP memperoleh sanksi nilai D selama satu semester.
APA YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA MENDAPAT PERILAKU CYBERBULLY?
- Tidak menanggapi perilaku tersebut
- Menyimpan bukti untuk dilaporkan
- Bercerita ke orang terdekat untuk mencari solusi
- Melaporkan ke pihak yang berwenang
Kesimpulannya, perilaku cyberbullying dapat terjadi pada siapa saja dan meninggalkan luka yang tidak kasat mata. Namun, kita bisa mengambil langkah nyata untuk menghentikannya: berpikir sebelum bertindak, berempati, dan berani melapor jika melihat tindakan yang merugikan orang lain. Mari ciptakan dunia maya yang aman dengan perilaku sopan dan tanggung jawab.
Karya:
Raisya Zulfa Aqila
Aisyah Nawfa Nadira
Qorry Ainaaya